Berikut adalah beberapa obat bagi orang yang dimabuk cinta namun
belum sanggup untuk menikah.
Pertama: Berusaha ikhlas dalam beribadah.
Jika seseorang benar-benar ikhlas menghadapkan
diri pada Allah, maka Allah akan menolongnya dari penyakit rindu dengan cara
yang tak pernah terbetik di hati sebelumnya. Cinta pada Allah dan nikmat dalam
beribadah akan mengalahkan cinta-cinta lainnya.
Syaikhul
Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, “Sungguh, jika hati telah merasakan manisnya
ibadah kepada Allah dan ikhlas kepada-Nya, niscaya ia tidak akan menjumpai
hal-hal lain yang lebih manis, lebih indah, lebih nikmat dan lebih baik
daripada Allah. Manusia tidak akan meninggalkan sesuatu yang dicintainya,
melainkan setelah memperoleh kekasih lain yang lebih dicintainya. Atau karena
adanya sesuatu yang ditakutinya. Cinta yang buruk akan bisa dihilangkan dengan
cinta yang baik. Atau takut terhadap sesuatu yang membahayakannya.”[10]
Kedua: Banyak memohon pada Allah
Ketika seseorang berada dalam kesempitan dan dia
bersungguh-sungguh dalam berdo’a, merasakan kebutuhannya pada Allah, niscaya
Allah akan mengabulkan do’anya. Termasuk di antaranya apabila seseorang memohon
pada Allah agar dilepaskan dari penyakit rindu dan kasmaran yang terasa
mengoyak-ngoyak hatinya. Penyakit yang menyebabkan dirinya gundah gulana, sedih
dan sengsara. Ingatlah, Allah Ta’ala berfirman,
Yang artinya: “Dan Rabbmu berfirman:
“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.” (QS. Al Mu’min: 60)
Ketiga: Rajin memenej pandangan
Pandangan yang berulang-ulang adalah pemantik
terbesar yang menyalakan api hingga terbakarlah api dengan kerinduan. Orang
yang memandang dengan sepintas saja jarang yang mendapatkan rasa kasmaran.
Namun pandangan yang berulang-ulanglah yang merupakan biang kehancuran. Oleh
karena itu, kita diperintahkan untuk menundukkan pandangan agar hati ini tetap
terjaga. Lihatlah surat An Nur ayat 30 yang telah kami sebutkan sebelumnya.
Mujahid mengatakan, “Menundukkan pandangan dari berbagai hal yang diharamkan
oleh Allah akan menumbuhkan rasa cinta pada Allah.”[11]
Keempat: Lebih giat menyibukkan diri
Dalam situasi kosong kegiatan biasanya seseorang
lebih mudah untuk berangan memikirkan orang yang ia cintai. Dalam keadaan sibuk
luar biasa berbagai pikiran tersebut mudah untuk lenyap begitu saja. Ibnul
Qayyim pernah menyebutkan nasehat seorang sufi yang ditujukan pada Imam Asy
Syafi’i. Ia berkata, “Jika dirimu tidak tersibukkan dengan hal-hal yang baik
(haq), pasti akan tersibukkan dengan hal-hal yang sia-sia (batil).”[12]
Kelima: Menjauhi musik dan film percintaan
Nyanyian dan film-film percintaan memiliki andil
besar untuk mengobarkan kerinduan pada orang yang dicintai. Apalagi jika
nyanyian tersebut dikemas dengan mengharu biru, mendayu-dayu tentu akan
menggetarkan hati orang yang sedang ditimpa kerinduan. Akibatnya rasa rindu
kepadanya semakin memuncak, berbagai angan-angan yang menyimpang pun terbetik
dalam hati dan pikiran. Bila demikian, sudah layak jika nyanyian dan tontonan
seperti ini dan secara umum ditinggalkan. Demi keselamatan dan kejernihan hati.
Sehingga sempat diungkapkan oleh beberapa ulama nyanyian adalah mantera-mantera
zina.
Ibnu Mas’ud mengatakan, “Nyanyian dapat
menumbuhkan kemunafikan dalam hati sebagaimana air dapat menumbuhkan
sayuran.” Fudhail bin ‘Iyadh mengatakan, “Nyanyian adalah
mantera-mantera zina.” Adh Dhohak mengatakan, “Nyanyian itu akan merusak hati
dan akan mendatangkan kemurkaan Allah.”[13]
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal | www.remajaislam.com
diambil dari :
Sumber kiriman e-mail : nikiayu_pu3@yahoo.com
Facebook : Niki florence
Postedby: A.Shol(Pengagum Rahasia)
0 komentar:
Posting Komentar