Kejahatan zina termasuk dosa besar dan musibah yang mengoyak kehidupan seseorang. Zina ini, merusak dunia dan akhiratnya. Menjadikannya berada dalam keterpurukan yang tiada henti dan kegundahan yang selalu menyertainya. Betapa banyak jiwa mati sia-sia karena zina! Berapa banyak hubungan persaudaraan terputus karena zina! Berapa banyak persahabatan yang tercabik-cabik karena zina! Berapa banyak bayi yang dilahirkan tanpa ayah karena zina! Berapa banyak wajah yang sirna keceriaannya, mata yang lenyap pancarannya, hati yang menjadi gusar dan terguncang karena zina!
Allah
telah melarang kita meski hanya mendekati zina atau faktor-faktor yang
menyebabkan perzinaan. Lantas , bagaimana yang melakukan zina itu sendiri?
Allah berfirman yang artinya :
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah
suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk. (Al-Isra’:32)”
Begitu
pula, Allah memerintahkan Nabi agar membaiat kaum wanita, dan salah satu isinya
adalah agar tidak berzina, Allah berfirman yang artinya :
“Hai Nabi, apabila datang kepadamu perempuan-perempuan yang beriman
untuk mengadakan janji setia, bahwa mereka tidak akan mempersekutukan sesuatu
pun dengan Allah; tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh
anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan
kaki mereka dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik, maka terimalah
janji setia mereka dan mohonkanlah ampunan kepada Allah untuk mereka.
Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al-Mumtahanah:12)”
Wahai
muslimah yang mulia, jauhilah zina. Karena, perzinaan mengakibatkan hilangnya
kemuliaan, percampuran nasab, dan penyerahan harta kepada pihak yang tidak
berhak menerimanya. Abu Dawud meriwayatkan dengan sanad hasan dari Abu Hurairah
Radhiaallahu anhu bahwa ia mendengar Nabi Muhammad bersabda saat turun ayat
tentang mula’anah <penolakan tuduhan zina dengan sumpah disertai kesediaan
menerima laknat dari Allah>:
“Wanita mana saja yang memasukkan kepada suatu kaum orang yang
bukan dari mereka<melahirkan anak dari hasil zina,-ed>, maka wanita itu
tidak ada artinya sama sekali disisi Allah, dan Dia tidak akan memasukkannya
kedalam Surga.”
Kepada
setiap muslimah yang terjerumus dalam perzinaan, atau yang menjadi sebab fitnah
diantara para pemuda. Wahai muslimah, wahai wanita yang ridha bahwa Allah
sebagai Rabbnya, islam sebagai agamanya, dan Muhammad sebagai nabi serta
rasulnya, ingatlah saat kamu berada dihadapan Allah, saat Dia bertanya
kepadamu,”Wahai hamba-Ku, mengapa kau menanggalkan hijabmu,? Mengapa kamu
menelanjangi tubuhmu,? Mengapa kamu membuat fitnah diantara para pemuda,?”
lantas apa yang akan kamu katakan kepada Rabbmu,..?
Wahai
muslimah, janganlah kau serahkan dirimu ke Neraka dan murka Dzat Yang Maha
Perkasa. Janganlah kau menentang-Nya dengan kemaksiatan. Berhati-hatilah,
jangan sampai kau terjerumus kedalam perbuatan keji yang mendatangkan cela bagi
kedua orang tua dan saudara-saudaramu,bahkan kerabat dan keluarga besarmu.
Sungguh zina itu adalah waktu sesaat dalam kemaksiatan yang mengakibatkan aib,
cela, dan murka Dzat yang Maha Perkasa.
Takutlah
kepada Allah demi dirimu. Takutlah kepada Allah demi kehormatan dan kedua orang
tuamu. Teladanilah Maryam putri Imran, yang disanjung oleh Allah dalam
firman-Nya:
“Dan Maryam putri Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami
tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) Kami; dan dia membenarkan
kalimat-kalimat Tuhannya dan Kitab-kitab-Nya; dan adalah dia termasuk
orang-orang yang taat.(At-Tahrim:12)”
Perhatikanlah
Sarah (istri Nabi Ibrahim) saat Nabi Muhammad menceritakan kepada kita tentang
dirinya, sebagaimana disebutkan dalam Riwayat Bukhari yang artinya:
“Ketika Sarah dimasukkan agar melayani penguasa yang kejam,
ia pun bangkit untuk berwudhu dan menunaikan shalat, lantas berdo’a,’Ya Allah,
jika aku memang beriman kepada-Mu dan Rasul-Mu, dan menjaga kemaluanku kecuali
terhadap suamiku, janganlah Engkau beri keleluasan kepada orang kafir ini
terhadap diriku.’ Allah pun menghapus kegelisahannya dan menghilangkan
kegundahannya.”
Catatan:
wanita juga dilarang melakukan lesbi, yaitu hubungan seksual wanita dengan
wanita.
Posted by: Muyassar el-mahzumy
Fb:
AhnafusSholihin
Twitter :
Muyassar096
Referensi
: 300 Dosa yang Diremehkan Wanita
Judul
asli: Silsilah Min Akhtha’in Nisa’
Penulis :
Syaikh Nada Abu Ahmad
0 komentar:
Posting Komentar