Jumat, 12 September 2014

Filled Under:

MELAKUKAN ZINA,.. Maksudnya ...? makanya baca artikelnya,..

MELAKUKAN ZINA,.. Maksudnya ...? 

                Kejahatan zina termasuk dosa besar dan musibah yang mengoyak kehidupan seseorang. Zina ini, merusak dunia dan akhiratnya. Menjadikannya berada dalam keterpurukan yang tiada henti dan kegundahan yang selalu menyertainya. Betapa banyak jiwa mati sia-sia karena zina! Berapa banyak hubungan persaudaraan terputus karena zina! Berapa banyak persahabatan yang tercabik-cabik karena zina! Berapa banyak bayi yang dilahirkan tanpa ayah karena zina! Berapa banyak wajah yang sirna keceriaannya, mata yang lenyap pancarannya, hati yang menjadi gusar dan terguncang karena zina!
                Allah telah melarang kita meski hanya mendekati zina atau faktor-faktor yang menyebabkan perzinaan. Lantas , bagaimana yang melakukan zina itu sendiri? Allah berfirman yang artinya :
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk. (Al-Isra’:32)”

                Begitu pula, Allah memerintahkan Nabi agar membaiat kaum wanita, dan salah satu isinya adalah agar tidak berzina, Allah berfirman yang artinya :
“Hai Nabi, apabila datang kepadamu perempuan-perempuan yang beriman untuk mengadakan janji setia, bahwa mereka tidak akan mempersekutukan sesuatu pun dengan Allah; tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik, maka terimalah janji setia mereka dan mohonkanlah ampunan kepada Allah untuk mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al-Mumtahanah:12)”
                Wahai muslimah yang mulia, jauhilah zina. Karena, perzinaan mengakibatkan hilangnya kemuliaan, percampuran nasab, dan penyerahan harta kepada pihak yang tidak berhak menerimanya. Abu Dawud meriwayatkan dengan sanad hasan dari Abu Hurairah Radhiaallahu anhu bahwa ia mendengar Nabi Muhammad bersabda saat turun ayat tentang mula’anah <penolakan tuduhan zina dengan sumpah disertai kesediaan menerima laknat dari Allah>:
“Wanita mana saja yang memasukkan kepada suatu kaum orang yang bukan dari mereka<melahirkan anak dari hasil zina,-ed>, maka wanita itu tidak ada artinya sama sekali disisi Allah, dan Dia tidak akan memasukkannya kedalam Surga.”
                Kepada setiap muslimah yang terjerumus dalam perzinaan, atau yang menjadi sebab fitnah diantara para pemuda. Wahai muslimah, wahai wanita yang ridha bahwa Allah sebagai Rabbnya, islam sebagai agamanya, dan Muhammad sebagai nabi serta rasulnya, ingatlah saat kamu berada dihadapan Allah, saat Dia bertanya kepadamu,”Wahai hamba-Ku, mengapa kau menanggalkan hijabmu,? Mengapa kamu menelanjangi tubuhmu,? Mengapa kamu membuat fitnah diantara para pemuda,?” lantas apa yang akan kamu katakan kepada Rabbmu,..?
                Wahai muslimah, janganlah kau serahkan dirimu ke Neraka dan murka Dzat Yang Maha Perkasa. Janganlah kau menentang-Nya dengan kemaksiatan. Berhati-hatilah, jangan sampai kau terjerumus kedalam perbuatan keji yang mendatangkan cela bagi kedua orang tua dan saudara-saudaramu,bahkan kerabat dan keluarga besarmu. Sungguh zina itu adalah waktu sesaat dalam kemaksiatan yang mengakibatkan aib, cela, dan murka Dzat yang Maha Perkasa.
                Takutlah kepada Allah demi dirimu. Takutlah kepada Allah demi kehormatan dan kedua orang tuamu. Teladanilah Maryam putri Imran, yang disanjung oleh Allah dalam firman-Nya:
“Dan Maryam putri Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) Kami; dan dia membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan Kitab-kitab-Nya; dan adalah dia termasuk orang-orang yang taat.(At-Tahrim:12)”  
                Perhatikanlah Sarah (istri Nabi Ibrahim) saat Nabi Muhammad menceritakan kepada kita tentang dirinya, sebagaimana disebutkan dalam Riwayat Bukhari yang artinya:
“Ketika Sarah dimasukkan agar melayani penguasa yang kejam, ia pun bangkit untuk berwudhu dan menunaikan shalat, lantas berdo’a,’Ya Allah, jika aku memang beriman kepada-Mu dan Rasul-Mu, dan menjaga kemaluanku kecuali terhadap suamiku, janganlah Engkau beri keleluasan kepada orang kafir ini terhadap diriku.’ Allah pun menghapus kegelisahannya dan menghilangkan kegundahannya.”
                Catatan: wanita juga dilarang melakukan lesbi, yaitu hubungan seksual wanita dengan wanita.
               
          Posted by: Muyassar el-mahzumy
Fb: AhnafusSholihin
Twitter : Muyassar096


Referensi : 300 Dosa yang Diremehkan Wanita
Judul asli: Silsilah Min Akhtha’in Nisa’

Penulis : Syaikh Nada Abu Ahmad

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright @ 2013 Sekapur Sirih Dari Negeri Sebrang.