Kita dapat menjumpai sebagian kaum wanita menanggalkan
hijab, lalu memakai celana panjang dan pakaian-pakaian mini yang vulgar. Semua
ini dilakukan atas nama gaya hidup modern. Atau bercakap-cakap dengan teman
laki-laki atau kekasihnya melalui telepon genggam, dan ini juga atas nama gaya
hidup modern. Atau keluar rumah tanpa izin keluarga dan begadang sampai
menjelang pagi, dan ini atas nama gaya hidup modern pula. Atau membeli majalah
porno yang mempublikasikan pornografi dan adegan seronok yang menyerukan
ketidak kepedulian terhadap nilai-nilai keutamaan, mempublikasikan gambar
orang-orang telanjang dan mendorong agar wanita melepas hijab serta menampakkan
keindahan tubuh. Ini juga atas nama gaya hidup modern.
Begitu pula keluarnya muda-mudi
bersama-sama dalam acara wisata ditempat terpencil, dan ini atas nama gaya
hidup modern. Setelah itu, terjadilah akibat yang sangat tidak terpuji. Atau
menyaksikan berbagai tontonan yang diharamkan Allah melalui internet, vidio,
atau televisi. Semuanya berisi tontonan yang mengajak pada pamer keindahan
tubuh, pelepasan diri dari berbagai nilai keluhuran dan akhlak yang utama. Itu
bisa disaksikan melalui film-film, sinetron-sinetron yang tidak bermutu, dan
lagu-lagu seronok. Media-media ini menyajikan keburukan yang merebak diberbagai
tempat, penghancuran akhlak dan agama, serta memerangi nilai-nilai keluhuran
dan moral. Semua itu atas nama gaya hidup modern.
Demikian pula, jabat tangan
perempuan dan laki-laki maupun sebaliknya, Ini atas nama gaya hidup modern.
Atau menyerahkan istri kepada teman laki-laki untuk berdansa bersamanya, dan
ini atas gaya hidup modern. Masih ada lagi kemaksiatan-kemaksiatan yang kita
jumpai dengan mengatasnamakan gaya hidup modedrn, padahal sebenarnya itu
mematikan hati dan menjauhkan manusia dari Rabb dan Surga-Nya, serta mendekatkannya
ke Neraka dan adzab-Nya.
Pembaca yang tercinta, syariat islam
bukanlah penghalang bagi kehidupan modern. Akan tetapi, apakah kehidupan modern
itu slalu diisi dengan berbagai perbuatan keji dan keberanian melakukan
kemaksiatan demi kemaksiatan? Bukankah umat islam yang diatur berdasarkan
syariat Allah dan sunnah Rasullullah dapat eksis dan mencapai kehidupan yang
modern tanpa harus menentang Rabb yang Menguasai langit dan bumi? Saudariku
peradaban macam apa yang mengantarkan anda untuk menjadi makanan dan bahan
bakar Neraka?
Tidak ada cara untuk menggapai
kebahagiaan, kemajuan, dan peradaban modern kecuali kembali kepada syariat Allah dengan mematuhi apa yang
diperintahkan-Nya dan menjauhi apa yang dilarang-Nya, agar kita dapat meraih
kepemimpinan dan meraih kejayaan lagi. Jangan sampai ada yang mengira bahwa hal
ini adalah seruan untuk menuju keterbelakangan dan pandangan konservatif tanpa
ada karya yang kita lahirkan, dan membiarkan dunia dikuasai oleh pihak lain
yang kemudian mereka berkarya hingga melampaui kita. Tidak, justru kita
berkarya dan menciptakan kehidupan yang modern serta menghendaki kemajuan,
namun tanpa berbagai kemaksiatan. Dan, kita menjadikan dunia ini ditangan kita,
bukan dihati kita.
Posted
by: Muyassar el_mahzumy
Fb:
AhnafusSholihin
Twitter
: Muyassar096
Referensi
: 300 Dosa yang Diremehkan Wanita
Judul asli:
Silsilah Min Akhtha’in Nisa’
Penulis :
Syaikh Nada Abu Ahmad
0 komentar:
Posting Komentar