Jumat, 17 Oktober 2014

Filled Under:

Menanggalkan kemuliaan atas nama modernisasi dan gaya hidup masa kini



            Kita dapat menjumpai sebagian kaum wanita menanggalkan hijab, lalu memakai celana panjang dan pakaian-pakaian mini yang vulgar. Semua ini dilakukan atas nama gaya hidup modern. Atau bercakap-cakap dengan teman laki-laki atau kekasihnya melalui telepon genggam, dan ini juga atas nama gaya hidup modern. Atau keluar rumah tanpa izin keluarga dan begadang sampai menjelang pagi, dan ini atas nama gaya hidup modern pula. Atau membeli majalah porno yang mempublikasikan pornografi dan adegan seronok yang menyerukan ketidak kepedulian terhadap nilai-nilai keutamaan, mempublikasikan gambar orang-orang telanjang dan mendorong agar wanita melepas hijab serta menampakkan keindahan tubuh. Ini juga atas nama gaya hidup modern.


            Begitu pula keluarnya muda-mudi bersama-sama dalam acara wisata ditempat terpencil, dan ini atas nama gaya hidup modern. Setelah itu, terjadilah akibat yang sangat tidak terpuji. Atau menyaksikan berbagai tontonan yang diharamkan Allah melalui internet, vidio, atau televisi. Semuanya berisi tontonan yang mengajak pada pamer keindahan tubuh, pelepasan diri dari berbagai nilai keluhuran dan akhlak yang utama. Itu bisa disaksikan melalui film-film, sinetron-sinetron yang tidak bermutu, dan lagu-lagu seronok. Media-media ini menyajikan keburukan yang merebak diberbagai tempat, penghancuran akhlak dan agama, serta memerangi nilai-nilai keluhuran dan moral. Semua itu atas nama gaya hidup modern.
            Demikian pula, jabat tangan perempuan dan laki-laki maupun sebaliknya, Ini atas nama gaya hidup modern. Atau menyerahkan istri kepada teman laki-laki untuk berdansa bersamanya, dan ini atas gaya hidup modern. Masih ada lagi kemaksiatan-kemaksiatan yang kita jumpai dengan mengatasnamakan gaya hidup modedrn, padahal sebenarnya itu mematikan hati dan menjauhkan manusia dari Rabb dan Surga-Nya, serta mendekatkannya ke Neraka dan adzab-Nya.
            Pembaca yang tercinta, syariat islam bukanlah penghalang bagi kehidupan modern. Akan tetapi, apakah kehidupan modern itu slalu diisi dengan berbagai perbuatan keji dan keberanian melakukan kemaksiatan demi kemaksiatan? Bukankah umat islam yang diatur berdasarkan syariat Allah dan sunnah Rasullullah dapat eksis dan mencapai kehidupan yang modern tanpa harus menentang Rabb yang Menguasai langit dan bumi? Saudariku peradaban macam apa yang mengantarkan anda untuk menjadi makanan dan bahan bakar  Neraka?
            Tidak ada cara untuk menggapai kebahagiaan, kemajuan, dan peradaban modern kecuali kembali kepada syariat  Allah dengan mematuhi apa yang diperintahkan-Nya dan menjauhi apa yang dilarang-Nya, agar kita dapat meraih kepemimpinan dan meraih kejayaan lagi. Jangan sampai ada yang mengira bahwa hal ini adalah seruan untuk menuju keterbelakangan dan pandangan konservatif tanpa ada karya yang kita lahirkan, dan membiarkan dunia dikuasai oleh pihak lain yang kemudian mereka berkarya hingga melampaui kita. Tidak, justru kita berkarya dan menciptakan kehidupan yang modern serta menghendaki kemajuan, namun tanpa berbagai kemaksiatan. Dan, kita menjadikan dunia ini ditangan kita, bukan dihati kita.
Posted by: Muyassar el_mahzumy
Fb: AhnafusSholihin
Twitter : Muyassar096

Referensi : 300 Dosa yang Diremehkan Wanita
Judul asli: Silsilah Min Akhtha’in Nisa’
Penulis : Syaikh Nada Abu Ahmad


0 komentar:

Posting Komentar

Copyright @ 2013 Sekapur Sirih Dari Negeri Sebrang.